Skip to content

Ruang Lingkup Musik Sebagai Penyusun Dalam 16 Subsektor Ekonomi Kreatif

Posted in Others

Sumber pemasukan keuangan Indonesia layaknya mendapatkan hembusan angin segar dengan adanya ekonomi kreatif. Tak mengherankan jika pemerintah menjadikan 16 subsektor ekonomi kreatif menjadi fokus utamanya. Akan tetapi, masih banyak hal yang harus dilakukan perbaikan agar ekonomi kreatif berkembang dengan baik, salah satunya subsektor ekonomi kreatif musik.

Industri musik tanah air sebenarnya membutuhkan perhatian yang khusus. Ada beberapa hal yang seharusnya diberikan perhatian khusus. Mulai dari pendidikan untuk bisnis musik, adanya stimulan untuk pengusaha di bidang musik, lisensi musik, proses pengarsipan musik, dan lingkup persaingan yang kompetitif.

Beberapa Ruang Lingkup Musik Sebagai Bagian dari Subsektor Ekonomi Kreatif

Musik tidak hanya dimainkan untuk sekedar hiburan saja. Namun, akan lebih meningkat lagi jika musik bisa berkontribusi dalam bidang ekonomi. Berikut ini akan diulas ruang lingkup musik dalam membentuk industri di bidang musik:

1. Pendidikan musik

Pendidikan musik merupakan sebuah usaha yang disertai terjadinya penciptaan dan pertukaran nilai.  Pendidikan musik tersebut dipandang baik dari sisi nilai kultural maupun finansial. Bahkan, saat ini pendidikan musik sudah pantas disebut sebagai sebuah industri yang berdiri sendiri.

Pasalnya, musik dinilai sudah mampu terkelola dengan baik. Badan Ekonomi Kreatif juga telah mengkonfirmasi bahwa industri telah masuk dalam 16 subsektor ekonomi kreatif. Mulai dari pendidikan musik tingkat les rumahan hingga perguruan tinggi. Dengan demikian, akan mampu memperluas cakupan pada subsektor musik ini.

2. Komposisi/Kreasi

Komposisi atau kreasi merupakan kegiatan untuk menciptakan musik. Pada proses dilakukannya komposisi ini, tidak hanya berfokus dalam upaya kreasi penggubahan musik saja. Akan tetapi, juga termasuk usaha rekayasa audio. Hal ini dilakukan untuk bisa masuk ke dalam bagian unsur kreasi.

Penciptaan musik dengan mengunggulkan kreasi tentu sangat dibutuhkan untuk menarik pasaran. Selain itu, hal tersebut memang harus dilakukan. Terkait dengan hak cipta untuk masing-masing karya.

3. Rekaman

Dalam dunia industri musik, rekaman merupakan hal yang tidak bisa ditanggalkan. Sebab, proses rekaman berkaitan dengan proses produksi dan publikasi karya musik. Meskipun memang bisa dikatakan jika proses ini cukup kompleks. Dapat melibatkan banyak elemen bisnis di antaranya ada manajemen dan penyediaan jasa.

4. Promosi

Upaya promosi dalam subsektor musik selalu berkaitan dengan ekonomi kreatif. Baik menyangkut upaya dalam mempromosikan sekolah musik sampai penyelenggaraan pementasan musik. Nah, dengan demikian bisa dikatakan jika industri musik ini berkaitan dengan 16 subsektor ekonomi kreatif lainnya yaitu periklanan.

5. Distribusi 

Distribusi musik tidak terbatas hanya pada pembentukan distribusi rekaman. Tetapi, juga tergantung pada distribusi produk musik lain melalui media. Penerbitan dan distribusi penerbitan musik juga termasuk bagian dalam ruang lingkup ini.

Seiring dengan berkembangnya saluran distribusi musik daring seperti Spotify, JOOX, hingga Youtube, tentunya ruang distribusi musik kini semakin luas. Dengan begitu, imbasnya juga akan sampai pada bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi pun akan semakin meningkat.

6. Penjualan

Kini, aspek penjualan yang berfungsi sebagai titik transaksi musik kini bukan hanya persoalan transaksi jual beli rekaman musik di outlet kaset/CD. Kegiatan penggalangan dana pun termasuk pula didalamnya. Bahkan, kegiatan ini disebut-sebut sebagai proses jual beli nilai estetik.

Di samping itu, penjualan juga termasuk jual beli jasa penyediaan hiburan dan acara musik. Event organiser yang menyediakan jasa musik untuk acara tertentu termasuk dalam ruang lingkup ini. Begitu pula dengan jual beli tiket pertunjukan.

7. Pertunjukan 

Pertunjukan musik tidak hanya seputar pada transaksi tiket masuk, namun juga menyangkut industri pertunjukan musik secara meluas. Beranjak dari mulai penyediaan fasilitas, logistik serta pengelolaan panggung termasuk dalam lingkup pertunjukan musik ini.

Dengan begitu, dalam nomenklatur Badan Ekonomi Kreatif, kemungkinan pertunjukan musik ini juga akan berkaitan dengan seni pertunjukan secara umum.

Bisnis Pertunjukan Musik tidak hanya dengan menyelenggarakan pertunjukan musik terbuka. Namun, tidak menutupi kemungkinan juga penyelenggaraan kegiatan musik dalam lingkup tertutup. Misalnya, untuk konser musik saja bisa diadakan secara terbuka dan juga tertutup.

Cukup jelas ya pembahasan mengenai ruang lingkup musik. Ruang lingkup tersebut pada dasarnya merupakan pondasi terbentuknya industri musik. Hingga pada akhirnya semua segmen-segmen dalam industri musik akan berdampak mengalir pada ekonomi kreatif.