Skip to content

4 Faktor yang Mempengaruhi Perhitungan Waktu Sholat 

Posted in Others

Sholat merupakan salah satu bagian dari rukun Islam. Sholat yang wajib dilakukan oleh seorang muslim ada lima waktu. Yakni sholat Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Jadi, setiap muslim bila hendak sholat, harus melihat jadwal sholat terlebih dahulu. Pelaksanaan sholat ini pun telah ditetapkan berdasarkan faktor-faktor tertentu yang biasanya disebut ilmu falak. Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan waktu sholat.

1. Garis Lintang

Pada ilmu geografi, yang dimaksud dengan garis lintang adalah garis khayal yang melingkari bumi, sejajar dengan khatulistiwa baik yang ada di sebelah selatan maupun sebelah utara. Biasanya garis lintang ini digunakan untuk mengetahui keadaan iklim dan letak geografis suatu tempat.

2. Garis Bujur

Garis bujur adalah garis khayal yang ditarik dari Kutub Utara ke Kutub Selatan yang digunakan untuk menentukan lokasi suatu tempat yang ditentukan dari garis meridian nol yang biasa disebut sebagai Meridian Utama. Garis bujur tidak memiliki ekuator posisi awal alami layaknya garis lintang.

3. Deklinasi Matahari

Deklinasi matahari adalah garis lintang bumi yang diproyeksikan ke bola langit. Deklinasi matahari ini biasanya dihitung dari ekuator langit sampai matahari. Adapun simbol atau tanda yang digunakan untuk menandakan deklinasi matahari adalah δo.

Dari berbagai perhitungan, nilai δo dalam setiap harinya bisa berubah-ubah. Oleh karena itu waktu sholat di tempat yang sama setiap harinya pasti tidak sama. Hal ini juga dikarenakan nilai δo yang mengalami pengulangan.

Apabila sudah memasuki waktu sholat, diupayakan disegerakan mengambil sholat. Pada hari berikutnya pun sama. Ada baiknya juga selalu miliki jadwal dari aplikasi ponsel maupun di rumah yang bisa ditempel dan dilihat sekeluarga. Dengan begitu, Anda sudah memberikan ilmu parenting islami kepada keluarga dan orang-orang terdekat.

4. Zona Waktu

Faktor penentu lainnya adalah terkait dengan zona waktu. Waktu yang ada di dunia dibagi menjadi 24 zona waktu yang berbeda sesuai dengan letak daerah tersebut. Pada umumnya, waktu universal yang digunakan adalah waktu GMT, waktu yang ada di Greenwich, Inggris.

Adapun patokannya bila daerah tersebut berada di sebelah timur Greenwich memiliki zona waktu positif. Misal zona waktu Jakarta adalah UT +7 yang seringkali disebut GMT +7, dengan begitu nilai Z adalah 7. Begitu juga sebaliknya, bila daerah tersebut berada di sebelah barat Greenwich memiliki nilai Z negatif.

Itulah beberapa informasi mengenai beberapa faktor yang mempengaruhi perhitungan jadwal sholat. Selain faktor tersebut, ketinggian lokasi dari permukaan laut juga turut menentukan waktu kapan terbit dan terbenamnya matahari untuk waktu sholat.

Apabila tempat tersebut berada lebih tinggi di atas permukaan laut, dari tempat tersebut dapat lebih awal menyaksikan matahari terbit serta lebih akhir melihat matahari terbenam, bila dibandingkan dari tempat yang lebih rendah.